Janganlah merasa sial

0
76

Ahlus Sunnah tidak percaya kepada thiyarah atau tathayyur. Tathayyur atau thiyarah yaitu merasa bernasib sial karena sesuatu (Lihat an-Nihaayah (III/152), Manhajul Imaam asy-Syafi’i fii Itsbaatil ‘Aqiidah (I/273)) Tathayyur (merasa sial) sangatlah tidak perlu dipercaya. Banyak orang percaya hanya dengan melihat zodiak, mereka meyakini apa yang terjadi dengan diri mereka sebelum atau sesudahnya, hanya dengan shio mereka meyakini apa-apa yang sudah di tuliskan dalam shio tersebut. Tathayyur juga terdapat pada nama-nama, bilangan, angka, orang-orang cacat dan sejenisnya. Semua itu diharamkan dalam syari’at Islam dan dimasukkan dalam kategori perbuatan syirik oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena orang yang bertathayyur menganggap hal-hal tersebut membawa untung dan celaka. Keyakinan seperti ini jelas menyalahi keyakinan terhadap taqdir (ketentuan) Allah Azza wa Jalla.

Baca Juga:  Maha mengetahui

Thiyarah termasuk syirik yang menafikan kesempurnaan tauhid, karena ia berasal dari apa yang disampaikan syaithan berupa godaan dan bisikannya.

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik dan setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.” (HR. Bukhari)

Menghilangkan thiyarah, was was syaithon dan hal lainnya yang membuat diri beranggapan sial adalah cukup dengan bertawakkal kepada pencipta seluruh makhluk yaitu ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala