Istri yang dilaknat

0
236

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah di dalam menjelaskan hadits yang dimaksud dalam gambar berkata, “Ini adalah sebuah dalil yang menunjukkan haram bagi seorang istri menolak ajakan suaminya ke atas ranjang (untuk berjima’) jika tidak ada alasan secara syara, dan haidh pun bukanlah alasan untuk menolaknya, karena sang suami dalam keadaan seperti ini dapat beristimta (menikmatinya) dengan sesuatu yang di atas kain penutup bagian bawah dari badan.(Syarah an-Nawawi (X/7-8)). Di antara faidah yang terkandung di dalam kedua hadits ini adalah:
1. Sesungguhnya laknat -sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi- berlangsung sampai kemaksiatan itu hilang dengan terbit fajar dan rasa tidak membutuhkan dari pihak suami, atau dengan taubat dan kembalinya sang istri dengan memenuhi keinginan sang suami. (ibid).

Baca Juga:  Ujub

2. Al-Imam Abu Hamzah mengungkapkan faidah lain dari hadits ini, beliau rahimahullah berkata, “Di dalamnya ada sebuah dalil bahwa do‘a Malaikat, yang baik atau yang buruk adalah sebuah do‘a yang diterima, karena di dalam hadits tersebut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan hal tersebut.” (Dinukil dari kitab Fat-hul Baari (X/8)).